Penyuka Tanaman, Ini Dia 5 Ide Taman Kering Dalam Rumah! – Kawatseling

Diposting pada


Dalam dunia pertamanan, ada istilah taman kering. Taman kering ini identik dengan bebatuan, pasir, dan tanaman yang mampu berkembang tanpa banyak air. Beberapa orang menyukai taman kering karena tidak perlu disiram setiap hari dan tidak membuat area di sekitarnya menjadi kotor akibat cipratan tanah. Bagi kamu penyuka tanaman yang huniannya tidak memiliki halaman depan, sangat disarankan untuk membuat taman kering dalam rumah.

Masih belum punya ide mau seperti apa menata taman kering dalam rumah? Yuk, simak 5 ide dari Kania berikut ini:

1. Taman kering dalam rumah dengan kumpulan sansevieria

taman kering dalam rumah dengan sansevieria
pinterest.com

Tanaman sansevieria pasti sudah tidak asing lagi di kalangan pecinta tanaman. Tanaman yang sering disebut sebagai lidah mertua ini terkenal mampu menyerap polusi udara. Cocok diletakkan di dalam rumah juga nih, Sahabat Kania.

Sansevieria di dalam pot sudah sangat umum. Coba sisihkan sepetak lahan kecil untuk ditanami sejumlah sansevieria dengan media tanah yang ditutupi oleh bebatuan berwarna putih. Jadi bukan hanya bebas polusi udara, rumah terlihat segar dan cerah juga!

2. Taman kering dalam rumah bergaya zen

taman kering dalam rumah bergaya zen
thechurchnews.com

Ide berikutnya adalah taman kering dalam rumah bergaya zen yang terinspirasi dari negeri Jepang. Taman kering dalam rumah yang satu ini tidak menggunakan tanaman sama sekali. Hanya ada hamparan kerikil batu warna putih dan beberapa batu berukuran besar di atasnya. Uniknya, hamparan kerikil batu warna putih ini tidak disebarkan begitu saja, melainkan dibuat pola. Ada yang berpola garis-garis dan lingkaran. Pola tersebut dibuat menggunakan tongkat kayu atau garpu taman.

taman kering dalam rumah bergaya zen
interiorzine.com

Masih bergaya zen, berikutnya ada taman kering dalam rumah sekaligus area luar rumah. Unik, ya? Taman ini pada dasarnya ada di luar rumah, namun bagian dinding dirombak dan menggunakan kaca yang menjorok ke dalam. Dengan demikian, para penghuni rumah tetap bisa menikmati taman kering dari dalam rumah.

3. Taman kering dalam rumah serba kaktus

taman kering dalam rumah kaktus
pinterest,com

Tanaman kaktus dikenal sebagai tanaman yang mampu bertahan hidup dengan sedikit air. Oleh karenanya tanaman ini cocok dijadikan penghias taman kering dalam rumah. Jika punya rumah berukuran besar, akan keren jika dihias dengan kaktus berukuran besar juga.

taman kering dalam rumah dengan kaktus
visiteiffel.com

Bagaimana jika lahan di dalam rumah terbatas? Kamu bisa menggunakan sudut rumah dan menyulapnya menjadi taman kering dalam rumah berisi kaktus-kaktus mini. Gunakan rak supaya semakin hemat ruangan.

kaktus
mode-lily.com

Mau lebih unik? Pilihlah satu pot besar untuk ditanami beraneka bentuk kaktus mini. Menggemaskan!

4. Taman kering dalam rumah, si mungil terarium

taman kering dalam rumah terarium
gloopla.com

Singkatnya, terarium adalah sebuah taman mungil yang berada di dalam sebuah wadah kaca berbentuk geometris. Kebanyakkan terarium menggunakan sedikit media tanah, lumut, dan pasir. Tanaman yang sering digunakan adalah kaktus mini, pakis, ivy, dan sebagainya. Agar taman kering dalam rumah yang mungil ini semakin ciamik, tambahkan beberapa dekorasi seperti patung atau rumah-rumahan.

5. Taman kering dalam rumah bergaya modern dengan bebatuan

taman kering dalam rumah dengan bebatuan
pinterest.com

Berbeda dengan taman kering dalam rumah bergaya zen, taman dengan bebatuan ini didominasi dengan hamparan batu berukuran sedang yang warnanya alami. Di sekitarnya diberi tambahan tanaman hijau yang menyegarkan suasana.

taman kering di dalam rumah dengan bebatuan
dialindial.com

Ada juga yang modelnya lebih modern dan minimalis seperti ini. Warna bebatuannya disesuaikan dengan warna interior dan di atasnya diberi meja untuk pajangan milik keluarga.

Dari kelima ide taman kering dalam rumah tadi, mana yang akan kamu terapkan?



sumber : https://www.dekoruma.com/artikel/79767/ide-taman-kering-dalam-rumah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.